Petunjuk Penulisan Ijasah SMA Lengkap

Ijasah adalah sebuah surat keterangan yang menunjukkan hasil proses pembelajaran selama waktu tertentu. Penulisan ijasah menjadi sangat penting mengingat ijasah tidak bisa digandakan.

Penulisan ijasah harus memenuhi syarat-syarat sesuai dengan peraturan pemerintah. Penulisan ijasah yang tidak memperhatikan petunjuk penulisan maka dianggap tidak valid.

Artikel berikut akan memandu teman-teman untuk penulisan ijasah khususnya ijasah SMA.

Petunjuk Umum

1. Ijazah SMA diterbitkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan, kecuali sekolah yang belum memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)

2. Terdapat tiga jenis Ijazah yaitu; Ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2006, Ijazah untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013, dan Ijazah untuk satuan pendidikan kerjasama (SPK).

3. Perbedaan Ijazah antara kurikulum 2006, 2013, maupun SPK terletak pada Daftar Nilai yang terletak di halaman belakang dan kode blangko yang terletak di halaman muka,
contoh:

DN-02 M-SMA/13/0000001 untuk kurikulum 2013 SMA

DN-02 M-SMA/06/0000001 untuk kurikulum 2006 SMA

DN-02 M-SMA/SPK/0000001 untuk SMA pada SPK

4. Ijazah terdiri dari 2 muka dicetak bolak-balik, dimana identitas dan redaksi di halaman muka dan hasil ujian/daftar nilai ujian di halaman belakang.

5. Ijazah untuk SMA diisi oleh panitia penulisan Ijazah yang dibentuk dan ditetapkan oleh kepala sekolah;

6. Penulisan Ijazah berurut berdasarkan Daftar US-1, jika ada siswa yang tidak lulus maka dilanjutkan kepada siswa berikutnya yang lulus.

7. Pengisian Ijazah menggunakan tulisan tangan dengan tulisan huruf yang benar, jelas, rapi, bersih dan mudah dibaca, menggunakan tinta warna hitam yang tidak mudah luntur dan tidak mudah dihapus.

8. Jika terjadi kesalahan dalam pengisian, ijazah tidak boleh dicoret, ditimpa, atau dihapus, melainkan harus diganti dengan blangko ijazah yang baru, untuk itu perlu kehati-hatian dalam penulisan.

9. Ijazah yang mengalami kesalahan pengisian disilang dengan tinta warna hitam pada kedua sudut yang berlawanan pada halaman muka dan belakang.

10. Ijazah yang mengalami kesalahan pengisian/rusak/cacat dikembalikan ke Dinas Pendidikan Provinsi melalui Cadisdikwil untuk dimusnahkan untuk diganti dengan bangko ijazah yang baru dengan dilengkapi Berita Acara Serah terima Blanko ijazah yang salah dan penggantinya yang ditandatangani oleh kepala sekolah dan diketahui oleh pejabat UPT/Cabang Dinas/Dinas Pendidikan.

11. Jika terdapat sisa blangko Ijazah SMA di sekolah, kepala sekolah mengembalikan sisa blangko Ijazah tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi melalui Cabang Dinas Pendidikan dengan disertai berita acara yang ditandatangani oleh kepala sekolah dan diketahui oleh pejabat Cabang Dinas Pendidikan.

12. Sisa blangko Ijazah yang terdapat di Dinas Pendidikan Provinsi dimusnahkan setelah 6 (enam) bulan terhitung sejak jadwal pengisian ijazah dengan disertai berita acara pemusnahan disaksikan oleh pejabat Dinas Pendidikan Provinsi atau pejabat yang mewakili dan pihak kepolisian.

13. Dalam hal terdapat kesalahan penulisan dalam ijazah setelah sisa blangko ijazah dimusnahkan, maka dapat dilakukan perbaikan dengan menerbitkan surat keterangan oleh kepala satuan pendidikan yang bersangkutan.

14. Satuan Pendidikan / Dinas Pendidikan Provinsi maupun Cabang Dinas Pendidikan tidak diperkenankan untuk menahan atau tidak memberikan Ijazah kepada pemilik Ijazah yang sah dengan alasan apapun.

15. Siswa pemilik Ijazah SMA yang sudah pindah domisili, dapat mengambil ijazah ke satuan pendidikan yang menerbitkan Ijazah.

16. Satuan Pendidikan wajib melaporkan jumlah blanko Ijazah yang digunakan ke Dinas Pendidikan provinsi melalui Cabang Dinas Pendidikan di wilayah masing-masing.

 

Petunjuk Khusus Pengisian Halaman Muka

1) Angka 1 diisi nama sekolah yang menerbitkan Ijazah sesuai dengan nomenklatur
Contoh:

SMA Negeri 1 Bogor
SMA Negeri 1 Batujajar
SMA Mutiara Baru

2) Angka 1a pada ijazah SPK jenjang SMA diisi nama program/peminatan sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

3) Angka 2 diisi dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional yang menerbitkan Ijazah

4) Angka 3 diisi dengan nama nomenklatur kabupaten/kota* (tanpa mencoret) merujuk kepada Peraturan Kementrian Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 Tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintah.
Contoh : Kabupaten Bandung atau Kota Bandung

5) Angka 4 diisi dengan nama Provinsi.

6) Angka 5 diisi dengan nama siswa pemilik ijazah menggunakan huruf kapital seluruhnya. Nama harus sama dengan yang tercantum pada Akte Kelahiran/Dokumen Kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan jenjang dibawahnya.

7) Angka 6 diisi dengan tempat dan tanggal lahir siswa pemilik ijazah. Tempat dan tanggal lahir harus sama dengan yang tercantum pada akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan jenjang dibawahnya.
Contoh: Bandung, 1 Januari 2005

8) Angka 7 diisi dengan nama orang tua/wali siswa pemilik Ijazah sesuai dengan yang tercantum pada akte/Kenal lahir/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundang-undangan atau Ijazah yang diperoleh dari satuan pendidikan jenjang dibawahnya.

9) Angka 8 diisi dengan Nomor Induk Siswa pemilik Ijazah pada sekolah yang bersangkutan seperti tercantum pada buku induk.
.
10) Angka 9 diisi dengan Nomor Induk Siswa Nasional pemilik Ijazah yang aktif. Nomor induk siswa nasional adalah nomor pengenal identitas siswa yang bersifat unik, standard dan dibuat oleh sistem Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

11) Angka 11 diisi dengan nama kabupaten/kota tempat penerbitan secara lengkap
Contoh: Kota Tasikmalaya atau Kabupaten Tasikmalaya

12) Angka 12 diisi dengan tanggal penerbitan ijazah oleh satuan pendidikan, bulan diditulis dengan huruf dan tidak disingkat.
Contoh: 4 Mei 2021

13) Angka 13 diisi dengan nama kepala sekolah dari sekolah bersangkutan yang menerbitkan ijzah dan dibubuhkan tanda tangan.Bagi kepala sekolah yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) diisi dengan menyertai Nomor Induk Pegawai (NIP), sedangkan kepala sekolah yang bukan berstatus PNS diisi satu buah strip (-).

14) Pelaksana Tugas (Plt) dengan mandat khusus untuk menandatangai ijazah dari pejabat tingkat provinsi atau kabupaten/kota yang berwenang untuk mengangkat kepala sekolah/madrasah dan penandatangan ijazah tidak perlu mencantumkan tulisan “Plt” atau “Pelaksana Tugas” pada kolom nama atau jabatan.
Angka 14 dibubuhkan stempel sekolah dari sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah sesuai dengan nomenklatur.

16) Angka 15 ditempelkan pasfoto peserta didik yang terbaru ukuran 3 cm x 4 cm hitam putih atau berwarna, dibubuhi cap tiga jari tengah tangan kiri pemilik Ijazah serta stempel menyentuh pasfoto.

17) Nomor Ijazah adalah sistem pengkodean pemilik Ijazah yang mencakup kode penerbitan, kode provinsi, kode jenjang pendidikan, kode kurikulum yang digunakan, kode jenis satuan pendidikan, dan nomor seri dari setiap pemilik Ijazah.

Keterangan sistem pengkodean untuk ijazah satuan pendidikan adalah sebagai berikut:

a) kode penerbitan                        : DN = Dalam Negeri (DN)
b) kode Provinsi                              : 02 = Provinsi Jawa Barat
c) Kode Jenjang Pendidikan          : M = Pendidikan Menengah
d) Kode Jenis satuan pendidikan : SMA = SMA
e) Kode Kurikulum, meliputi:
06 = Kurikulum 2006
13 = Kurikulum 2013
SPK = Satuan Pendidikan Kerjasama
f) Nomor seri pemilik Ijazah terdiri atas tujuh digit angka mulai dari 0000001 sampai dengan 9999999 untuk setiap provinsi (sudah terisi di blangko Ijazah).

 

Petunjuk Khusus Pengisian Halaman Belakang

1) Angka 1 diisi dengan nama pemilik ijazah (sama dengan angka 5 pada petunjuk khusus pengisian halaman muka)

2) Angka 1 a pada ijazah SPK jenjang SMA diisi nama program/peminatan sesuai dengan kurikulum yang berlaku

3) Angka 2 diisi dengan tempat dan tanggal lahir pemilik Ijazah (sama dengan angka 6 pada petunjuk khusus pengisian halaman muka)

4) Angka 3 diisi dengan Nomor Induk Siswa di sekolah (sama dengan angka 8 pada petunjuk khusus pengisian halaman muka)

5) Angka 4 diisi Nomor Induk Siswa Nasional (sama dengan angka 9 pada petunjuk khusus pengisian halaman muka)

6) Angka 6 diisi dengan nilai ujian sekolah yang diperoleh sesuai Surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekol ah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) untuk masing-masing mata pelajaran (diperoleh dari penilaian dalam bentuk portofolio, penugasan, tes dan bentuk kegiatan penilaian lain). Nilai ujian sekolah menggunakan bilangan bulat dalam rentang 0 – 100 (tanpa desimal).

Contoh :

Bahasa Indonesia, nilai sebelum pembulatan = 83,47, nilai setelah pembulatan = 83

Matematika, nilai sebelum pembulatan = 83,54 , nilai setelah pembulatan = 84

7) Angka 7 diisi dengan rata-rata nilai Ujian Sekolah (rata-rata nilai dari kolom di atasnya) dengan pembulatan 2 (dua) angka desimal.

8) Angka 8 diisi dengan nama kabupaten/kota tempat penerbitan (sama dengan angka 11 pada petunjuk khusus pengisian halaman muka)

9) Angka 9 diisi tanggal penerbitan ijazah dengan tulisan angka dan bulan ditulis dengan menggunakan huruf kapital di depan (tidak disingkat)

10) Angka 10 diisi dengan nama kepala sekolah dan NIP dari kepala sekolah yang bersangkutan. Bagi yang berstatus non pegawai negeri diisi strip (-).

11) Angka 11 dibubuhkan stempel sekolah dari sekolah bersangkutan yang menerbitkan Ijazah sesuai nomenklatur.

12) Halaman belakang blangko Ijazah Sauan Pendidikan Kerjasama (SPK) hanya berisi identitas peserta didik. Pengisian daftar mata pelajaran yang ditempuh beserta nilai yang diperoleh peserta didik berdasarkan kurikulum dan/atau struktur program yang berlaku, dilakukan pihak sekolah.

Demikianlah beberapa petunjuk pengisian ijasah SMA, semoga bermanfaat. terima kasih.