Pembahasan Tugas Akhir Modul 4 Kompetensi Pedagogik

TUGAS AKHIR M4 Kompetensi Pedagogik

Berikut adalah hasil salah satu jawaban kompetensi pedagogik PPG di modul ke-4. Silakan digunakan sebagai tambahan informasi dan pembanding dalam menyelesaikan tugas akhir PPG kompetensi pedagogik. Jawaban berikut tidaklah selalu harus sama dengan jawaban lainya, maka pemahaman teman-teman pada kompetensi di modul 4 ini sangat perlu di kuasai.

semoga bermanfaat.


Pertama tama saya akan menentukan materi/kompetensi yang akan disampaikan kepada para siswa.

Materi : Tugas proyek mengaplikasikan teori trigonometri dalam kehidupan nyata.

Model : PBL

Saya akan membagi kelas menjadi 2 kelompok besar untuk mengerjakan tugas proyek.

Kelompok A = mengukur tinggi ………………

Kelompok B = mengukur tinggi ………………

Langkah-langkah penyelesaian:

  1. Siswa menemukan permasalah dalam kehidupan sehari-hari misal akan mengukur ketinggian menara sinyal pemancar yang ada di suatu desa
  2. Siswa membuat suatu rancangan permasalahan dalam bentuk gambar visual atau dengan bantuan video dokumentasi
  • Siwa membuat alat pengukuran ketinggian menggunakan klinometer
  1. Siswa melakukan proses pengukuran langsung ke lokasi dengan bantuan meteran dan klinometer
  2. Siswa menghitung secara manual (rumus) hasil dari pengukuran
  3. Siswa membuat pelaporan dibuat dalam bentuk laporan tertulis dan lisan.

 

PERTANYAN 1 :
  1. BAGAIMANA PENGELOLAN KELAS DAN MENGAKOMODASI PEMBELAJARAN?

Pengelolaan kelas:

KARAKTRISTIK Siswa=30
GENDER Laki-laki=20

Perempuan=10

STATUS SOSIAL Buruh=15

PNS=6

Pedagang=3

Pegawai=6

BAKAT Olahraga=15

Akademik=6

Seni=3

Keterampilan=6

KEMAMPUAN AWAL Tinggi=6

Sedang=12

Rendah =12

GAYA BELAJAR Kinestetik=12

Visual=9

Audio=9

 

  1. Saya akan membagi kelas menjadi 2 kelompok belajar yang berarti akan ada 2 tugas proyek yang dikumpulkan dan masing masing kelompok beranggotakan 15 siswa.
  2. Masing-masing Kelompok A dan B :
  • Laki-laki 10,perempuan 5

( Hal ini saya lakukan karena biar adil dengan kelompok lainya dan banyak menempatkan laki-laki karena pengerjaan proyek sebagian besar berada di luar kelas)

  • Di antara 15 anak tersebut saya ambil 3 anak yang memiliki bakat secara akademik

( Hal ini saya lakukan agar 1 kelompok ini ada yang bisa memimpin tim dalam hal penguasaan hitungan matematis)

  • Pembagian status sosial siswa tersebar rata masing-masing kelompok untuk 50%Buruh, 50%PNS, 50%Pedagang, dan 50%pegawai. (Hal ini saya lakukan agar tidak ada kecemburuan dan kesenjangan sosial saat berdiskusi)
  • Ada 3 anak disetiap kelompok dengan kemampuan awal tinggi, 6 anak masing-masing kelompok dengan kemampuan awal sedang, dan 6 anak masing-masing kelompok dengan kemampuan awal rendah. ( Hal ini saya lakukan agar nanti saat pelaksanaan tugas,mereka dengan kemamapuan rendah bisa belajar dari teman yang memiliki kemampuan diatasnya, dan saling membelajarkan, saling membantu)
  • Tiap kelompok terdapat anak berbakat olahraga, 3 anak dengan bakat akademik dan terampil, serta memiliki jiwa seni. ( Hal ini saya lakukan karena masing masing dari mereka akan menunjukkan bakatnya untuk kerjasama TIM)
  • 50%masing-masing untuk gaya belajar kinestetik,visual, dan auditorial.( mereka akan belajar dengan caranya masing-masing; dengan melihat langsung, mendengarkan instruksi, dan melakukan langsung dilapangan)
Baca juga:
PERTANYAAN 2 :

BAGAIMANA MENGEMBANGKAN KECERDASAN MAJEMUK DENGAN KARAKTERISTIK DIATAS?

Proses jalanya diskusi tugas

  • Siswa yang memiliki bakat akademik dan kemampuan awal yang tinggi mereka akan segera menemukan topik yang akan dijadikan proyek.Kenapa?Karena mereka telah mempunyai pengetahuan yang lebih sedikit tau tentang aplikasi materi trigonometri. (bagian i)
  • Kemudian setelah mereka mendapatkan permasalahan,siswa yang memiliki gaya belajar visual mereka akan mencoba memvisualkan ide tersebut dalam bentuk gambar dibantu oleh mereka yang memiliki minat dan bakat dalam seni dan terampil dalam menggambar. (bagian ii)
  • Kemudian mereka laki-laki dan perempun yang memiliki keterampilan dalam hal membuat alat peraga klinometer dibantu oleh mereka yang memiliki gaya belajar kinestetik (praktik lapangan) baik laki-laki maupun perempuan akan saling bantu membantu untukmenciptakan alat tersebut.(bagian iii)
  • Setelah alat jadi,mereka akan langsung praktek pengukuran. Saat siswa berada dilapangan, mereka tidak akan membedakan status sosial mereka. Mereka akan saling membantu susah senang untuk mewujudkan hasil pengukuran langsung dilapangan. Terlebih untuk siswa yang berbakat olahraga,mereka akan mampu efektif memimpin jalannya pembelajaran di lapangan. (bagian iv)
  • Setelah dilakukan pengukuran, maka didapat data mentah yang siap diolah. Anak yang memiliki kemampuan awal kurang, bisa belajar langsung dari proses melihat dan mendengar dari teman yang berbakat secara akademis dan memiliki kemampuan awal tinggi untuk mengolah data mentah kedalam teori hitung dan menjabarkan proses hitung secara detail dan jelas menurut teori trigonometri ¬†yang telah dipelajarinya. Dan disini mereka bisa mengajarkan kepada temannya yang belum paham. (bagian v)
  • Bagian akhir adalah pelaporan,semua siswa dapat saling belajar dan membelajarkan, saling bantu membantu, menjaga kekompakan dan solid.

 

Jadi untuk membuat kelompok belajar perlu mengenal karakteristik siswa wajib terlebih dahulu dan pemilihan materi/kompetensi yang akan diberikan kepada siswa.

Semoga materi ini bermanfaat, silakan di share. Terima kasih

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please wait...

Silakan Bantu Subscribe GRATIS

Dapatkan notifikasi update terbaru via e-mail. Isikan nama dan email Anda terlebih dahulu. Semoga berkah.
Follow This :