Pembahasan Tugas Akhir Modul 3 PPG Kompetensi pedagogik

Sejenak Tentang Mengingat

Selamat datang kembali,

Pada hakikatnya semua proses pendidikan dilakukan oleh setiap manusia. Manusia yang dimaksud disini meliputi guru sebagai sumber belajar dan siswa sebagai pembelajar. Setiap kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa, akan dipraktekkan secara langsung dikehidupan sehari-hari. Proses kegiatan belajar ini tertanam rapi dalam ingatan siswa itu sendiri.

Modul 3 PPG kompetensi pedagogik ini membahas tentang ingatan.

Ingatan seperti apa?

Ingatan yang ada disetiap diri siswa diorganisasikan oleh pemikiran dan dibentuk oleh rangsangan luar. Kemudian akan dipraktekkan dengan wujud perilaku individu sebagai hasil proses mengingat.

Langsung saja, Kami akan memberikan salah satu hasil pembahasan tugas akhir modul 3 pedagogik tentang pengorganisasian ingatan dalam diri peserta didik.

https://webmatika.com

 

Diharapkan pembelajar akan memahami dan mempraktekkan bagaimana terbentuk ingatan dalam belajar peserta didik. Sehingga pada akhirnya akan berguna bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar dikelas.


 

PENGORGANISASIAN INFORMASI/ PENGETAHUAN DALAM INGATAN MANUSIA

 

BAB I

PENDAHULUAN

 Berfikir merupakan suatu manipulasi informasi secara mental. Berfikir dapat membawa manusia melewati batas-batas yang ada dalam kehidupan nyata seperti yang banyak digunakan dalam novel/ cerita fiksi misalnya membayangkan hewan yang dapat berbicara, kuda bertanduk (unicorn), katak menjadi pangeran tampan, dll. Melalui proses berfikir manusia dapat menerapkan pengetahuan yang telah dimiliki secara creatif dan cerdik dalam memecahkan suatu masalah, tanpa perlu secara buta menjalani proses pemecahan masalah. Otak manusia merupakan prosesor yang jauh lebih kompleks, tidak hanya merekam informasi secara pasif, namun juga terus-menerus menyesuikan dan mengorganisasikan informasi tersebut secara aktif. Saat melakukan suatu tindakan, manusia memanipulasi lingkungan secara fisik, saat berfikir, memanipulasi respresentasi internal dari objek, aktivitas, dan situasi secara mental. Kemampuan melakukan aktifitas tanpa harus memikirkan prosesnya misalnya memungkinkan makan siang sambil membaca buku atau menyetir mobil sambil mendengarkan musik. Namun, melakukan beberapa aktifitas secara bersamaan dengan aktifitas lain dapat menimbulkan masalah misalnya mengemudi mobil sambil menelepon dan makan.

Saat proses berfikir, biasanya manusia akan secara sadar melakukan sejumlah aktivitas mental dalam pikiran yang dijalankan dengan hati-hati, seperti memecahkan suatu masalah, membuat rencana, atau mengambil sebuah keputusan. Namun tidak semua proses mental terjadi secara sadar. Proses bawah sadar memampukan untuk  menangani informasi atau tugas-tugas yang jauh lebih rumit dibandingkan informasi atau tugas-tugas yang ditangani melalui proses berfikir pada tataran sadar.

Ingatan merujuk pada kemampuan memiliki dan mengambil kembali suatu informasi dan juga struktur yang mendukung kemampuan ini. Manusia memiliki kemampuan mengingat yang menakjubkan. Sebagian besar mengingat lagu favorit/lagu rohani, mengingat detail-detail yang terdapat pada olah raga atau film kesukaan, mengingat cara mengoperasikan ATM, mengingat kejadian paling memalukan yang pernah dialami, dengan jumlah yang hampir tah terhingga dan ratusan ribu jumlah informasi lainnya. Ingatan adalah suatu bentuk kompetensi, tanpa ingatan manusia seperti bayi yang baru lahir yang tidak mampu melakukan aktifitas yang paling mudah sekalipun dalam keseharian. Ingatan juga memampukan untuk memiliki identitas diri, setiap manusia merupakan kumpulan dari ingatannya sendiri, hal ini menyebabkan manusia merasa terancam apabila ada seseorang yang mempertanyakan ingatannya. Individu dan kebudayaan di dunia bergantung pada ingatan sejarah mengenai koherensi dan arti; ingatan memberi sebuah masa lalu dan menawarkan sebuah masa depan. Lalu bagaimana pengorganisasian informasi/ pengetahuan tersebut dalam ingatan manusia?

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Ingatan

Tidak seperti kaset perekam audio maupun kaset perekam video, ingatan manusia sangat selektif dan bersifat rekonstruktif. Manusia menambahkan, menghapus atau mengubah berbagai elemen dengan suatu cara tertentu untuk membuat informasi menjadi lebih bermakna (dan mudah diingat). Manusia merupakan makhluk yang unik yang berbagi cerita dan hidup seperti cerita yang diceritakan. Sebagai contoh dengan mengatakan, “Saya jadi seperti ini karena sewaktu kecil, hal ini terjadi pada saya, kemudian orang tua saya …”, “Saya akan menceritakan padamu, bagaimana kami saling jatuh cinta …”, “Setelah mendengar apa yang terjadi, kamu akan mengerti mengapa saya sangat dendam padanya”. Kalimat-kalimat tersebut sangat bergantung pada ingatan dan karena ingatan merupakan sesuatu yang direkonstruksi dan mengalami pergeseran terus-menerus sesuai tuntutan keadaan, keyakinan, dan pengalaman, apa yang diceritakan juga merupakan hasil interpertasi dan imajinasi sendiri.

Secara teoritis, ada 3 aspek yang berkaitan dengan berfungsinya ingatan, yakni : (1) Menerima kesan, (II) Menyimpan kesan, dan (III) Memproduksi kesan. Mungkin karena fungsi-fungsi inilah, istilah “ingatan” selalu didefinisikan sebagai kecakapan untuk menerima, menyimpan dan mereproduksi kesan. Kecakapan merima kesan sangat sentral peranannya dalam belajar. Melalui kecakapan inilah, subjek didik mampu mengingat hal-hal yang dipelajarinya. Dalam konteks pembelajaran, kecakapan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya teknik pembelajaran yang digunakan pendidik. Teknik pembelajaran yang disertai dengan alat peraga kesannya akan lebih dalam pada siwa. Di samping itu, pengembangan teknik pembelajaran yang mendayagunakan “titian ingatan” juga lebih mengesankan bagi siswa, terutama untuk material pembelajaran berupa rumus-rumus atau urutan-urutan lambang tertentu. Contoh kasus yang menarik adalah mengingat nama-nama kunci nada G (gudeg), D (dan), A (ayam), B (bebek) dan sebagainya.

2.2 Pengorganisasian Informasi/ Pengetahuan Dalam Ingatan Manusia

Pengetahuan merupakan suatu proses belajar yang berulang-ulang dan menyebabkan adanya perubahan perilaku yang disadari dan cenderung bersifat tetap. Pengulangan merupakan suatu teknik penting agar mampu menyimpan informasi dalam memori jangka pendek dan mengingat kembali informasi yang telah disimpan dalam memori jangka panjang, dengan cara mempelajari kembali atau mempraktekkan meterial yang sedang dipelajari.

Pengetahuan, pemahaman, keterampilan, sikap dan sebagainya yang di miliki seseorang tidak dapat di identifikasikan, karena ini merupakan kecenderungan perilaku saja. Hal ini dapat di identifikasikan bahkan dapat di ukur dari penampilan (behavioral performance). Penampilan ini dapat berupa kemampuan menjelaskan, menyebutkan sesuatu, atau melakukan suatu perbuatan. Jadi, kita dapat mengidentifikasikan hasil belajar melalui penampilan. Namun demikian, individu dapat di katakan telah menjalani proses belajar, meskipun pada dirinya hanya ada perubahan dalam kecenderungan perilaku. (De Cecco & Crawford, 1977 : 178).

Hal ini untuk mengetahui bagaimana siswa mempersepsi lingkungannya dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat siswa  memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Siswa membangun kemampuan kognitifnya melalui tindakan yang termotivasi dengan sendirinya terhadap lingkungan. Pada hal ini bagaimana siswa menyimpan dan memproses informasi sangat penting dalam proses belajar. Belajar melibatkan proses mental yang kompleks, termasuk ingatan, perhatian, bahasa, pembentukan konsep, dan pemecahan masalah.

Dalam suatu proses belajar, banyak segi yang sepatutnya di capai sebagai hasil belajar, yaitu meliputi pengetahuan dan pemahaman tentang konsep, kemampuan menerapkan konsep, kemampuan menjabarkan dan menarik kesimpulan serta menilai kemanfaaatan suatu konsep, menyenangi dan memberi respons yang positif terhadap sesuatu yang di pelajari, dan di peroleh kecakapan melakukan suatu kegiatan tertentu.

Sebagai suatu misal, siswa melakukan suatu proses belajar tentang suatu materi pembelajaran yang berkaitan dengan komposisi fungsi. Materi ini tentunya hanya sebagian kecil saja dari salah satu materi pembelajaran dalam pembelajaran matematika. Jika pembelajaran yang di lakukan guru hanya melalui proses penyampaian materi pembelajaran, maka hasil belajar yang di peroleh siswa sangat terbatas. Ada kemungkinan siswa hanya memperoleh pengetahuan yang berhubungan dengan fakta semata-mata atau hanya memahami konsepnya. Tetapi jika pembelajaran di lakukan dengan cara membimbing siswa melakukan kegiatan belajar, misalnya dengan melakukan percobaan, menggunakan contoh gambar dan ilustrasi dengan pengalaman/kegiatan masa lalu masing-masing siswa, disamping di peroleh hasil belajar berupa pengetahuan tentang konsep atau apliksi komposisi yang bersifat pengalaman juga di peroleh pemahaman yang lebih luas tentang konsep tersebut, dapat menjabarkan proses berpikirnya, memperoleh kesimpulan, mampu membuat penilaian, menyenangi apa yang di pelajari dan memperoleh kecakapan mengaplikasikan materi dalam keidupan nyata. Di samping itu karena siswa melakukan sendiri proses mencari dan menemukan, maka hasil belajar tersimpan dalam ingatannya dalam jangka waktu lama, dapat melakukan penglihatan (transfer) hasil belajar secara lebih baik, dan apa yang telah diperoleh sebagai hasil belajar itu dapat mendorong itu untuk melakuakn proses belajar secara lebih jauh lagi.

2.3 Hasil Belajar Di Peroleh Berkat Pengalaman

Pemahaman dan struktur kognitif dapat diperoleh seseorang melalui pengalaman melakukan suatu kegiatan. Dalam khazanah peristilahan pendidikan, hal ini di kenal dengan “learning by doing – yaitu belajar dengan jalan melakukan suatu kegiatan”. Pemahaman itu sendiri bersifat abstrak sesuatu yang abstrak akan mudah diperoleh dengan jalang melakukan kegiatan-kegiatan yang nyata atau konkrit, sehingga orang yang bersangkutan memperoleh pengalaman yang menuntun pada pemahaman yang bersifat abstrak.

Kemauan dan dorongan untuk melakukan kegiatan yang dapat di beri pengalaman belajar untuk mencapai pemahaman sepatutnya muncul dari dalam diri sendiri. Kemunculan hal tersebut di sebabkan oleh adanya rangsangan yang datang dari luar lingkungan. Dalam kegiatan pembelajar, rangsangan dapat di timbulkan oleh guru, dengan menyodorkan suatu materi pembelajaran yang bersifat problematik, atau materi pembelajaran yang mengandung permasalahan yang menuntut upaya menemukan pemecahan melalui suatu proses pencarian dan penemuan atau proses pemecahan masalah.

 

BAB III

KESIMPULAN

 

Kemampuan untuk mengingat bergantung pada jenis kinerja yang dibutuhkan. Sifat rekonstruktif alami yang terdapat pada ingatan memungkinan pikiran bekerja efisien. Sifat tersebut memungkinkan manusia menyimpan bagian-bagian yang esensial dari suatu pengalaman dan kemudian menggunakan pengetahuan untuk melengkapi bagian-bagian penting saat membutuhkannya, tanpa harus memenuhi otak dengan semua detai berbagai pengalaman dalam hidup. Untuk dapat mengingat suatu informasi, manusia harus melakukan proses encoding terhadap informasi ini terlebih dahulu. Beberapa jenis informasi, seperti materi kuliah, membutuhkan usaha penyandian yang lebih banyak dibandingkan proses penyandian otomatis. Tidak semua kejadian yang dialami dan digunakan kembali, ingatan bersifat selektif dan membuang ingatan yang tidak berguna. Mengulang-ulang suatu informasi tersebut tersimpan lebih lama. Daya ingat bergantung pada jenis kinerja yang membutuhkan kemampuan tersebut. Pengalaman masa lalu dapat mempengaruhi pemikiran dan tindakan saat ini, meskipun pengalaman-pengalaman tersebut tidak diingat secara sadar. Mengingat adalah proses aktif yang tidak hanya melibatkan proses penyimpanan informasi, tetapi juga melibatkan proses menggabungkan dua atau tiga informasi sekaligus untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu.

 

Demikianlah pembahasan modul 3 kompetensi pedagogik, semoga bermanfaat dan silakan share jika bermanfaat.

Jangan lupa subscribe untuk mendapatkan pemberitahuan update terbaru artikel kami.

Pembahasan Tugas Akhir Modul 3 Pedagogik

Pembahasan Tugas Akhir Modul 3 Pedagogik

Pembahasan Modul 4 Matematika Profesional

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please wait...

Silakan Bantu Subscribe GRATIS

Dapatkan notifikasi update terbaru via e-mail. Isikan nama dan email Anda terlebih dahulu. Semoga berkah.
Follow This :