Belajar Tanpa Batas

Webmatika-Website Pendidikan Berbagi

Pedoman penyusunan RPP mudah

Pedoman penyusunan RPP-Penyusunan rencana pembelajaran berpedoman pada kurikulum matematika 2013 dan sintaksis Model Pembelajaran. Berdasarkan analisis kurikulum matematika ditetapkan hal-hal berikut:

cara menyusun rpp

Unsur analisis

1. Kompetensi dasar (lihat Permendikbud Nomor 69 dan 70 Tahun 2013) dan
indikator pencapaian kompetensi dasar untuk tiap-tiap pokok bahasan. Rumusan
indikator dan kompetensi dasar harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip
pembelajaran matematika berdasarkan masalah, memberikan pengalaman belajar
bagi siswa, seperti menyelesaikan masalah otentik (masalah bersumber dari fakta
dan lingkungan budaya), berkolaborasi, berbagi pengetahuan, saling membantu,
berdiskusi dalam menyelesaikan masalah.

Baca jugaModel pembelajaran populer di indonesia

2. Materi pokok yang akan diajarkan, termasuk analisis topik, dan peta konsep
3. Materi prasyarat, yaitu materi yang harus dikuasai oleh siswa sebagai dasar untuk
mempelajari materi pokok. Dalam hal ini perlu dilakukan tes kemampuan awal
siswa.
4. Kelengkapan, yaitu fasilitas pembelajaran yang harus dipersiapkan oleh guru,
misalnya: rencana pembelajaran, buku petunjuk guru, buku siswa, lembar
aktivitas siswa (LAS), objek-objek budaya, kumpulan masalah-masalah yang
bersumber dari fakta dan lingkungan budaya siswa, laboratorium, dan alat peraga
jika dibutuhkan.
5. Alokasi waktu: banyak jam pertemuan untuk setiap pokok bahasan tidak harus
sama tergantung kepadatan dan kesulitan materi untuk tiap-tiap pokok bahasan.
Penentuan rata-rata banyak jam pelajaran untuk satu pokok bahasan adalah hasil
bagi jumlah jam efektif untuk satu semester dibagi banyak pokok bahasan yang
akan diajarkan untuk semester tersebut.
6. Hasil belajar yang akan dicapai melalui kegiatan pembelajaran antara alain:
Produk : Konsep dan prinsip-prinsip yang terkait dengan materi pokok
Proses : Apersepsi budaya, interaksi sosial dalam penyelesaian masalah, memodelkan masalah secara matematika, merencanakan penyelesaian masalah, menyajikan hasil
kerja dan menganalisis serta mengevaluasi kembali hasil penyelesaian masalah.
Kognitif : Kemampuan matematisasi, kemampuan abstraksi, pola pikir
deduktif, berpikir tingkat tinggi (berpikir kritis dan berpikir kreatif).
Keterampilan: Keterampilan menyelesaikan masalah, ketrampilan berkolaborasi, kemampuan berkomunikasi.
Afektif : Menghargai budaya, penerimaan individu atas perbedaan yang ada, bekerjasama, tangguh menghadapi masalah, jujur mengungkapkan pendapat, berlatih berpikir kritis, kreatif, dan senang belajar matematika

Sintaks pembelajaran

Sintaksis pembelajaran adalah langkah-langkah pembelajaran yang dirancang
dan dihasilkan dari kajian teori yang melandasi model pembelajaran berbasis
konstruktivistik. Sementara, rencana pembelajaran adalah operasional dari sintaks.
Sehingga skenario pembelajaran yang terdapat pada rencana pembelajaran
disusun mengikuti setiap langkah-langkah pembelajaran (sintaks). Penting untuk mengetahui pedoman penyusunan rpp sesuai aturan. Selanjutnya sintaks model
pembelajaran terdiri dari 5 langkah pokok, yaitu: (1) apersepsi budaya, (2) orientasi
dan penyelesaian masalah, (3) persentase dan mengembangkan hasil kerja, (4) temuan
objek matematika dan penguatan skemata baru, (5) menganalisis dan mengevaluasi
proses dan hasil penyelesaian masalah.

Baca jugaContoh RPP tingkat SMA lengkap

Tahapan pembelajaran

Kegiatan yang dilakukan untuk setiap tahapan pembelajaran dijabarkan sebagai berikut:
1. Kegiatan guru pada tahap apersepsi budaya antara lain:
a. Menginformasikan indikator pencapaian kompetensi dasar.
b. Menciptakan persepsi positif dalam diri siswa terhadap budayanya dan matematika sebagai hasil konstruksi sosial.
c. Menjelaskan pola interaksi sosial, menjelaskan peranan siswa dalam menyelesaikan masalah.
d. Memberikan motivasi belajar pada siswa melalui penanaman nilai matematis, soft skill dan kebergunaan matematika.
e. Memberi kesempatan pada siswa menanyakan hala-hal yang sulit dimengerti pada materi sebelumnya.

2. Kegiatan guru pada tahap penyelesaian masalah dengan pola interaksi edukatif
antara lain:
a. Membentukan kelompok
b. Mengajukan masalah yang bersumber dari fakta dan lingkungan budaya siswa
c. Meminta siswa memahami masalah secara individual dan kelompok
d. Mendorong siswa bekerjasama menyelesaikan tugas-tugas
e. Membantu siswa merumuskan hipotesis (dugaan).
f. Membimbing, mendorong/mengarahkan siswa menyelesaikan masalah dan mengerjakan LKS
g. Memberikan scaffolding pada kelompok atau individu yang mengalami kesulitan
h. Mengkondisikan antar anggota kelompok berdiskusi, berdebat dengan pola kooperatif
i. Mendorong siswa mengekspresikan ide-ide secara terbuka
j. Membantu dan memberi kemudahan pengerjaan siswa dalam menyelesaikan
masalah dalam pemberian solusi.

Baca jugaApa itu quantum learning? model, definisi, teori, prinsip dan tujuan

3. Kegiatan guru pada tahap persentasi dan mengembangkan hasil kerja antara lain:
a. Memberi kesempatan pada kelompok mempresentasikan hasil penyelesaian
masalah di depan kelas
b. Membimbing siswa menyajikan hasil kerja
c. Memberi kesempatan kelompok lain mengkritisi/menanggapi hasil kerja
kelompok penyaji dan memberi masukan sebagai alternatif pemikiran
Membantu siswa menemukan konsep berdasarkan masalah
d. Mengontrol jalannya diskusi agar pembelajaran berjalan dengan efektif
e. Mendorong keterbukaan, proses-proses demokrasi
f. Menguji pemahaman siswa

4. Kegiatan guru pada tahap temuan objek matematika dan penguatan skemata baru
antara lain:
a. Mengarahkan siswa membangun konsep dan prinsip secara ilmiah
b. Menguji pemahaman siswa atas konsep yang ditemukan melalui pengajuan
contoh dan bukan contoh konsep
c. Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas-tugas belajar
yang berkaitan dengan masalah
d. Memberi kesempatan melakukan konektivitas konsep dan prinsip dalam mengerjakan soal tantangan
e. Memberikan scaffolding

5. Kegiatan guru pada tahap menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil
penyelesaian masalah antara lain:
a. Membantu siswa mengkaji ulang hasil penyelesaian masalah
b. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam penyelesaian masalah yang selektif
c. Mengevaluasi materi akademik: memberi kuis atau membuat peta konsep atau
peta materi.

Demikianlah artikel tentang pedoman penyusunan rpp semoga bisa dimanfaatkan.

Updated: November 18, 2021 — 3:42 pm
Belajar Tanpa Batas © 2021 Frontier Theme