Contoh penerapan 8 kecerdasan dalam pembelajaran dikelas

Kecerdasan setiap anak berbeda dengan lainnya. Ada 8 kecerdasan menurut Howard Anton dalam bukunya yang masing-masing dikelompokkan sesuai bidangnya. Kecerdasan tersebut adalah kecerdasan matematis, spasial, verbal, musikal, interpersonal, intrapersonal, natural dan kinestetik.

Penerapan masing-masing kecerdasan tersebut dalam kelas juga berbeda. Berikut kami berikan contoh penerapan kecerdasan dalam pembelajaran dikelas.

Adapun penerapan kecerdasan tersebut adalah.

Kecerdasan matematis

Pembelajaran logis matematis di sekolah dapat dikembangkan melalui beberapa strategi seperti berikut ini:

1. Menceritakan masalah yang dihadapi sehari-hari, kemudian dipecahkan dengan bantuan pemikiran matematis dengan mengatur waktu penyelesaian dengan tepat dan efektif.

2. Merencanakan suatu eksperimen dengan menggunakan metode ilmiah yang diawali dengan mengungkapkan masalah, membuat hipotesis, melakukan percobaan, menafsirkan data, dan menarik kesimpulan.

3. Membuat diagram venn untuk mempolakan masalah agar mudah membangun pengertian sehingga mudah dipecahkan. Membuat analogi untuk menjelaskan sesuatu sehingga mudah dipahami, misalnya menjelaskan tentang peristiwa erosi diwujudkan dengan analogi menumpahkan air pada kepala yang tidak berambut, air akan cepat mengalir ke badan.

5. Menggunakan ketrampilan berpikir dari tingkat rendah hingga berpikir tingkat tinggi untuk menyelesaikan masalah.

6. Mengkategorikan fakta–fakta yang dipelajari sesuai sifat dan jenisnya untuk memudahkan mengingat.

7. Merancang suatu pola atau kode, atau simbol untuk mengetahui obyek yang ingin dipelajari.

Kecerdasan visual spasial

Pembelajaran yang dirancang untuk mengaktifkan kecerdasan visual spasial adalah

1. Visualisasi

Penerapan metode ini dengan menci ptakan “layar lebar” di benak siswa, guru dapat membimbing dengan memejamkan mata dan membayangkan apa yang baru saja mereka pelajari dan diminta untuk menceritakan kembali.

2. Penggunaan warna

Penggunaan warna untuk memberi penekanan pada pola peraturan atau klasifikasi selama proses pembel ajaran, misal warna merah pada semua kata–kata penting yang harus dipahami peserta didik. Warna juga sebagai penghil ang stress peserta didik ketika menghadapi hal sulit menemukan makna.

3. Metafora gambar

Metafora gambar adalah pengekspresian gagasan melalui pencitraan visual. Nilai pendidikan metafora ada pembentukan hubungan hal yang sudah diketahui siswa dan yang diajarkan.

4. Sketsa gagasan

Strategi sketsa gagasan ini meminta peserta didik menggambarkan poin kunci, gagasan utama, tema sentral, atau konsep yang diajarkan, agar cepat dan mudah sketsa ti dak harus rapi menyerupai kenyataan.

5. Simbol grafis

Kecerdasan linguistik-verbal

Pembelajaran yang dapat membangkitkan kecerdasan linguistik dalam diri peserta didik dengan strategi berikut;

1. Bercerita

Peserta didik akan senang menceritakan kisah yang dimiliki kepada temannya sebayanya, sebagian yang lain merasa malu. Mendengarkan cerita meli batkan keterampilan mendengar dan linguistik. Metode bercerita bisa diajarkan kepada peserta didik dengan pendahuluan yang menarik, pemilihan karakter, cerita yang dipilih mengandung imajinasi yang bias dibayangkan oleh pendengar, memakai efek suara, tangan dan gerakan tubuh, suara jelas serta ekspresif, dan kontak mata dengan pendengar.

2. Diskusi

Diskusi kelas digunakan hampir di setiap mata pelajaran dan semua tingkat. Ada beberapa hal yang harus dipenuhi agar hasilnya positif dan memuaskan.

3. Merekam dengan tape recorder

Tape recorder digunakan untuk sebagai pengumpul i nformasi, wawancara, dan dapat digunakan untuk menyediakan informasi. Peserta didik dapat menggunakan untuk mempersiapkan tulisan, mengol ah gagasan, sekaligus membicarakan topic mereka. Peserta di dik yang kurang cakap menulis mungkin bisa merekam pemikiran
mereka sebagai mode ekspresi alternative. Manfaat lain bisa digunakan mengirim surat lisan kepada peserta didik lain untuk menceritakan pengalaman pribadi mereka, dan memperoleh umpan balik tentang sosialisasi di lingkungan kelas

Menulis jurnal

Jurnal ini dapat dibuat sangat pribadi dan hanya diceritakan pada guru atau dibacakan secara teratur di depan kelas. Jurnal ini dapat merangkum kecerdasan majemuk dengan menggunakan gambar, sketsa foto, dialog, dan data non verbal. Topic yang ditulis bias bidang umum, spesifik, catatan matematika, gagasan baru, dan mata pelajaran lain

5. Publikasi

Publikasi dapat dil akukan dengan berbagai cara. Tulisan peserta didik dapat difotocopi dan disebarkan. Tulisan–tuli san dapat dijilid dalam bentuk buku dan ditempatkan khusus dikel as atau perpustakaan, dan dipublikasikan di website sekolah. Jika memungki nkan membentuk kelompok khusus kepenulisan utuk diskusi buku dan tulisan peserta didik. Apabila peserta didik tahu bahwa orang lain menggandakan, mendiskusikan, bahkan memperdebatkan tulisan mereka, hal itu memotivasi untuk terus mengembangkan keahliannya.

Kecerdasan Kinestetik

Pembelajaran dikelas yang dapat mengaktifkan kecerdasan kinestetik adalah;

1. Respon tubuh

Mintalah peserta didik menanggapi pelajaran menggunakan tubuh sebagai media respon misalnya mengangkat tangan, mengangguk, atau tersenyum jika memahami penjelasan guru.

2. Teater kelas

Meminta peserta didik memerankan teks, soal, atau materi lain yang harus dipelajari dengan mendramakan isinya.

3. Konsep kinestetis

Permainan tebak–tebakan yang dilakukan dengan gerakan yang menantang kemampuan peserta didik untuk mengungkapkan pengetahuan dengan cara tidak konvensional.

4.Hands on thinking
Memberi kesempatan peserta didik untuk memanipulasi obyek atau menciptakan sesuatu dari tangan mereka dengan membuat patung, kolase, atau bentuk kerajinan lain.

5. Peta tubuh

Tubuh manusia dapat digunakan sebagai alat pedagogis yang berguna, misal jari untuk menghitung, dengan menggunakan gerakan fisik akan mengi nternalisasikan gagasan.

Kecerdasan Naturalis

Pembelajaran di kelas yang mengembangkan kecerdasan naturalis adalah;

1. Jalan–jalan di alam terbuka

Cara ini untuk menguatkan materi yang akan dipelajari untuk semua mata pelajaran, misalnya untuk melukiskan perjuangan pahlawan, mempelajari pertumbuhan dan cuaca.

2. Melihat keluar jendela

Untuk mengurangi kebosanan peserta didik di kelas, metode i ni dapat dilakukan oleh guru dengan observasi diluar kelas, melakukan pengamatan, dan mencatatat hasilnya.

3. Ekostudi

Strategi ini mengintegrasi kan kepedulian peserta didik pada kelangsungan bumi untuk semua mata pelajaran, misal; tidak menginjak rumput, tidak membuang sampah sembarangan.

 

Demikianlah penjelasan mengenai beberapa penerapan kecerdasan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran dikelas. Semoga bermanfaat.