Cerdaskah Kita?

Ciri Anak Cerdas

Setiap orangtua mungkin selalu bertanya-tanya, apakah mereka memiliki anak yang cerdas?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus tahu terlebih dahulu ciri-ciri anak yang cerdas. Beberapa ciri anak cerdas, menurut American Association of Gifted Children at Duke University, berikut bisa dijadikan tolok ukur.

  • memiliki energi aktifitas yang besar.
  • cepat belajar dan punya daya ingat yang kuat.
  • suka mempertanyakan otoritas.
  • perasaanya peka.
  • menyukai teka-teki, tantangan, dan angka-angka.
  • tampak lebih matang daripada usianya.
  • memiliki rasa kasih sayang terhadap orang lain atau binatang.
  • senang mencoba cara-cara baru untuk memecahkan masalah.
  • lebih suka bergaul dengan orang lain yang lebih dewasa.
  • mudah merasa bosan.
  • menunjukkan rasa keingintahuan intelektual yang besar.
  • memiliki perbendaharaan kata yang banyak, menunjukkan rasa ketertarikan yang besar terhadap kata-kata, atau sudah bisa membaca sendiri tanpa harus disuruh.

keduabelas ciri itu merupakan satu kesatuan yang utuh. Artinya, ciri-ciri itu tidak bisa dipisah-pisahkan atau dianggap bisa berdiri sendiri. Seorang anak yang cerdas pasti memiliki keduabelas ciri diatas secara lengkap.

Meskipun¬†American Association of Gifted Children at Duke University menyatakan bahwa ciri-ciri diatas merupakan tanda-tanda awal dari seorang anak cerdas usia prasekolah, tetapi sesungguhnya ciri-ciri diatas bisa diperluas jangkauanya hingga meliputi anak-anak usia sekolah. Hanya sayangnya, seperti kata Bertrand Russell, “Manusia terlahir dalam keadaan tidak tahu, bukan bodoh. Mereka menjadi bodoh akibat bersekolah.”

Pada saat anak menjalani persekolahannya, satu demi satu ciri-ciri diatas biasanya justru semakin rontok. Semakin tinggi tingkat pembelajaran di sekolah, malah semakin banyak ciri kecerdasan tersebut lenyap. Orang tua lantas menyimpulkan bahwa anaknya tidak termasuk anak yang cerdas, bahkan lantas mengeluh, “Kamu tidak secerdas saat kamu kecil dulu!”. Mengapa bisa demikian?

Dikutip dari : Ir Bekti Hermawan H (Praktisi dan penulis buku)

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Please wait...

Silakan Bantu Subscribe GRATIS

Dapatkan notifikasi update terbaru via e-mail. Isikan nama dan email Anda terlebih dahulu. Semoga berkah.
Follow This :