Cara Menghitung Besar Zakat Bagi Tiap Orang Muslim

Cara Menghitung Besar Zakat Bagi Tiap Orang Muslim

 

Zakat- Seorang muslim yang mampu wajib menyisihkan sebagian harta yang dimiliki. Harta ini untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, baik melalui panitia zakat maupun didistribusikan sendiri. Artikel berikut akan membahas bagaimana cara menghitung besar zakat bagi tiap-tiap orang muslim. Simak artikelnya.

Hukum zakat adalah wajib bila mampu secara finansial dan telah mencapai batas minimal bayar zakat atau nisab. Syarat wajib mengeluarkan zakat adalah islam, merdeka, berakal/balight dan hartanya memenuhi nisab.

 

 

Secara umum, zakat terbagi atas 2 (dua) yakni zakat fitrah dan zakat maal. Lebih lanjut, zakat maal terdiri dari zakat penghasilan/profesi, zakat perdagangan, zakat saham, zakat perusahaan, dan lain-lain.

1. Cara Menghitung Besar Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan bagi seorang muslim/muslimah yang sudah mampu untuk menunaikannya. Zakat fitrah harus dikeluarkan setahun sekali pada saat awal bulan Ramadhan hingga batas sebelum sholat hari raya Idul Fitri. Hal tersebut yang menjadi pembeda zakat fitrah dengan zakat lainnya.

Zakat Fitrah per orang = 3,5 liter beras x harga beras di pasaran per liter.
Contoh: Harga beras di pasar rata-rata Rp10.000,- per liter, maka zakat fitrah yang harus dibayar per orang sebesar Rp35.000,-. Jika dihitung dari segi berat, maka Zakat Fitrah per orang = 2,5 kg x harga beras di pasaran per kilogram.

Jadi Kadar zakat fitrah: 2,5 kg beras / 3,5 liter beras / uang senilai Rp 35.000,- (saat ini).

 

2. Cara Menghitung Besar Zakat Maal

Adapun terkait dengan menghitung zakat mal, apabila nilai akumulasi kekayaan wajib (emas, tabungan, surat berharga dan tabungan) mencapai 85 gram emas atau senilai dengannya, dikeluarkan zakatnya 2,5 % (persen).

Nisab zakat maal: 85 gram emas

Kadar zakat maal: 2,5%

Cara menghitung zakat maal:

2,5% x Jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun

 

Contoh Kasus:

Ibu punya tabungan Rp100 juta rupiah, deposito Rp200 juta rupiah, rumah kedua yang dikontrakkan senilai Rp500 juta rupiah dan emas perak senilai Rp200 juta rupiah. Total harta yang dimiliki Rp 1 miliar rupiah. Semua harta sudah dimiliki sejak 1 tahun yang lalu.

Misal, harga 1 gram emas sebesar Rp800.000,- maka batas nisab zakat maal adalah Rp68.000.000,- Karena harta Umi lebih dari limit nisab, maka ia harus membayar zakat maal sebesar Rp 1 miliar X 2,5% = Rp25 juta rupiah per tahun.

Harta yang wajib dibayarkan zakat maal: emas, perak, uang simpanan, hasil pertanian, binatang ternak, benda usaha dan harta temuan. Masing-masing memiliki nisab dan rumus mengeluarkan zakat yang berbeda, sebagai berikut:

 

Nisab Emas

Nisab emas sebanyak 20 dinar. 1 dinar = 4,25 gram emas. Jadi 20 dinar = 85 gram emas murni. Dari nisab tersebut, diambil 2,5%. Jika lebih dari nisab dan belum sampai ukuran kelipatannya, maka diambil dan diikutkan dengan nisab awal.
Contoh: Tina memiliki emas 120 gram yang disimpan. Jika telah sampai haulnya, wajib untuk dikeluarkan zakatnya, yaitu 2,5% x 120 gram = 3 gram atau uang seharga emas tersebut.

 

Nisab Perak

Nisab perak adalah 200 dirham. 1 dirham = 595 gram, dari nisab tersebut diambil 2,5% dengan perhitungan sama dengan emas.

 

Binatang Ternak

Kambing, Biri-Biri dan Domba
a. Nisab 40 – 120 ekor, haul 1 tahun, kadar zakat 1 ekor umur 1 tahun
b. Nisab 121- 200 ekor, haul 1 tahun, kadar zakat 2 ekor
selanjutnya tiap tambahan 100 ekor, kadar zakatnya tambah 1 ekor umur 1 tahun.

Sapi dan Kerbau
a. Nisab 30 ekor, haul 1 tahun, kadar zakat, 1 ekor umur 1 tahun
b. Nisab 40 ekor, haul 1 tahun, kadar zakat, 1 ekor umur 2 tahun
selanjutnya setiap bertambah 30 ekor zakatnya bertambah 1 ekor umur 1 tahun dan setiap bertambah 40 ekor, zakatnya tambah 1 ekor umur 2 tahun.

Sedangkan ternak lainnya seperti ayam, bebek, burung, ikan, dan lainnya tidak ditetapkan berdasarkan jumlah (ekor) namun skala usaha.

 

Zakat Perniagaan

Zakat perniagaan adalah zakat yang dikeluarkan dari harta niaga. Sedangkan harta niaga adalah harta atau aset yang diperjualbelikan dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan.

Perhitungan Zakat Perniagaan:
(Modal diputar + keuntungan + piutang) – (hutang Jatuh tempo) x 2,5% = Zakat

Zakat Saham

Zakat saham ditetapkan berdasarkan kesepakatan para ulama pada Muktamar Internasional Pertama tentang zakat di Kuwait (29 Rajab 1404 H) bahwa hasil dari keuntungan investasi saham wajib dikeluarkan zakatnya.

Cara menghitung zakat zaham menggunakan rumus sebagai berikut:

2,5% x Jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun (nilai saham + deviden)

Demikian cara menghitung nilai zakat, semoga bisa diterapkan dan langsung bisa dipahami dan dilaksanakan. Terima kasih.

Follow This :