Belajar Tanpa Batas

Webmatika-Website Pendidikan Berbagi

Apa itu quantum learning? model, definisi, teori, prinsip dan tujuan

Pengertian quantum learning

Quantum learning merupakan pembelajaran/model pembelajaran yang menekankan untuk memberikan manfaat yang bermakna dan juga menekankan pada tingkat kesenangan dari peserta didik atau siswa.

Menurut Bobbi DePorter & Mike Hernacki, 2011:16 dalam bukunya “Quantum Learning adalah kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yan1g dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat”.

quantum webmatika

Dengan demikian, pembelajaran kuantum dapat dikatakan sebagai model pembelajaran yang menekankan untuk memberikan manfaat yang bermakna dan juga menekankan pada tingkat kesenangan dari peserta didik atau siswa.

Quantum learning ini berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria. Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apapun memberikan sugesti positif atau negatif.

Tujuan pembelajaran quantum learning

Menurut Bobbi DePorter & Mike Hernacki (2011:12) adapun tujuan dari pembelajaran kuantum (quantum learning) adalah sebagai berikut.

  1. Untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
  2. Untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan.
  3. Untuk menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak.
  4. Untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir.
  5. Untuk membantu mempercepat dalam pembelajaran

Berdasarkan tujuan di atas, kita dapat mengindikasikan bahwa pembelajaran model kuantum mengharapkan perubahan dari berbagai bidang mulai dari lingkungan belajar yaitu kelas, materi pembelajaran yang menyenangkan, menyeimbangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan, serta mengefisienkan waktu pembelajaran.

Prinsip pembelajaran Quantum

Prinsip utama pembelajaran kuantum berbunyi: Bawalah Dunia Mereka (Pembelajar) ke dalam Dunia Kita (Pengajar), dan Antarkan Dunia Kita (Pengajar) ke dalam Dunia Mereka (Pembelajar). Dalam pembelajaran kuantum, segala sesuatu mulai lingkungan pembelajaran sampai dengan bahasa tubuh pengajar, penataan ruang sampai guru, mulai kertas yang dibagikan oleh pengajar sampai dengan rancangan pembelajaran, semuanya mengirim pesan tentang pembelajaran. Prinsip dasar ini dikembangkan menjadi 8 bagian sebagai berikut.

  1. Ketahuilah bahwa segalanya bertujuan.
  2. Akuilah setiap usaha yang dilakukan dalam pembelajaran.
  3. Sadarilah bahwa sesuatu yang layak dipelajari layak pula dirayakan.
  4. Ketahuilah bahwa segalanya berbicara: Dalam pembelajaran kuantum, segala sesuatu mulai lingkungan pembelajaran sampai dengan bahasa tubuh pengajar, penataan ruang sampai guru, mulai kertas yang dibagikan oleh pengajar sampai dengan rancangan pembelajaran, semuanya mengirim pesan tentang pembelajaran.
  5. Ketahuilah bahwa segalanya bertujuan: Semua yang terjadi dalam proses pengubahan energy menjadi cahaya mempunyai tujuan.
  6. Sadarilah bahwa pengalaman mendahului penamaan: Poses pembelajaran paling baik terjadi ketika pembelajar telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh makna untuk apa yang mereka pelajari.
  7. Akuilah setiap usaha yang dilakukan dalam pembelajaran: Pembelajaran atau belajar selalu mengandung risiko besar.
  8. Sadarilah bahwa sesuatu yang layak dipelajari layak pula dirayakan: Segala sesuatu dipelajari sudah pasti layak pula dirayakan keberhasilannya.

Sintaks Model Pembelajaran Kuantum (Quantum Learning)

Sintaks atau langkah model pembelajaran kuantum (quantum learning) yang dikenal dengan sebutan TANDUR Bobbi DePorter,et al.,(2004:10) adalah sebagai berikut :
1. Tumbuhkan
2. Alami
3. Namai
4. Demonstrasikan
5. Ulangi
6. Rayakan

Kelebihan dan kekurangan belajar model quantum
Keunggulan

Keunggulan

  1. Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif, bukan fisika kuantum meskipun serba sedikit istilah dan konsep kuantum dipakai.
  2. Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistis, bukan positivistis-empiris, “hewan-istis”, dan atau nativistis.
  3. Pembelajaran kuantum lebih konstruktivis(tis), bukan positivistis-empiris, behavioristis.
    Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna, bukan sekedar transaksi makna.
  4. Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi.
  5. Pembelajaran kuantum sangat menentukan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran, bukan keartifisialan atau keadaan yang dibuat-buat.
  6. Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran.
    Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan konteks dan isi pembelajaran.
    Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan ketrampilan akademis, ketrampilan (dalam) hidup, dan prestasi fisikal atau material.
  7. Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran.
    Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan, bukan keseragaman dan ketertiban.
  8. Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran.

Kelemahan

  1. Membutuhkan pengalaman yang nyata.
  2. Waktu yang cukup lama untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar.
  3. Kesulitan mengidentifikasi ketrampilan siswa

Kerangka/sintaks pembelajaran quantum

Pembelajaran model quantum juga memiliki sintaks dalam mengaplikasikan kedalam proses pembelajaraan sebagai berikut.

  1. Tumbuhkan: Tumbuhkan minat, motivasi, empati, simpati dan harga diri dengan memuaskan “Apakah Manfaat BagiKU” (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan siswa.
  2. Alami: Hadirkan pengalaman umum yang dapat di mengerti dan dipahami semua pelajar.
  3. Namai: Sediakan kata kunci, konsep,model, rumus, strategi sebuah masukan.
  4. Demonstrasikan: Sediakan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan bahwa mereka tahu dan ingat setiap siswa memiliki cara yang berbeda dalam menyelesaikan pekerjaan.
  5. Ulangi: Tunjukkan siswa cara-cara mengulang materi dan menegaskan “Aku tahu dan memang tahu ini”. Sekaligus berikan kesimpulan.
  6. Rayakan: Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan ketrampilan dan ilmu pengetahuan.
Updated: September 25, 2021 — 10:11 am
Belajar Tanpa Batas © 2021 Frontier Theme